Satelit Satria, Tengah disiapkan Pemerintah untuk Pengganti Satelit Nusantara

Satelit Satria, Tengah disiapkan Pemerintah untuk Pengganti Satelit Nusantara

LiputanGlobal9 – Satelit Satria, Tengah disiapkan Pemerintah untuk Pengganti Satelit Nusantara. Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan pemerintah tengah mempersiapkan hight throughput sattelite (HTS) multi manfaat yang akan diberi nama Satelit Satria. Satelit yang sudah disediakan saat dua tahun ini gagasannya akan melaju pada 2022.

Peluncuran satelit Satria dikerjakan sebab kemampuan internet satelit yang sekarang ini dipunyai pemerintah belum juga cukuplah, walau telah menyewa 60 % kemampuan satelit Nusantara 1 punya Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

“Bagus, tetapi kapasitasnya kurang. Karena itu pemerintah akan luncurkan satelit sendiri nanti,” kata Rudiantara waktu didapati di Kantor Kominfo, Rabu (27/2)

Menurut dia, satelit Satria ini akan mempunyai kemampuan internet pita lebar bekecepatan tinggi dengan kemampuan besar, hingga dapat dipakai untuk menyiapkan jaringan internet rata di semua pelosok Indonesia.

“Jika yang satelitnya pemerintah itu semua HTS sedang Nusantara 1 itu cuma beberapa kecil yang HTS bekasnya masih tetap satelit komunikasi,” kata Rudiantara.

Karena diprediksikan peluncurannya akan dikerjakan pada 2022-2023, jadi sekarang ini pemerintah dengan proaktif menyewa kemampuan internet pita lebar dari satelit punya swasta.

Satelit Satria, Tengah disiapkan Pemerintah untuk Pengganti Satelit Nusantara

Perihal ini dikerjakan supaya pemerintah tak perlu menanti Satelit Satria mengorbit untuk menyiapkan jaringan internet di semua pelosok Indonesia.

“Akhir 2022 satelitnya (Satria) telah berada di slot tetapi pemerintah akan tidak menanti satelitnya berada di slot. Kami sewa kemampuan yang karakter satelitnya serupa dengan satelitnya punya pemerintah,” tutur Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan Satelit Satria masih juga dalam step lelang tender. Dia janji akan menginformasikan pemenang tender pada kuartal pertama 2019.

“Akhir kuartal pertama kita akan tetapkan siapa konsorsinya, ini telah dua tahun disediakan,” papar Rudiantara.

Akhir tahun kemarin, Rudiantara menyebutkan jika mereka tengah mengkalkulasi berapakah kemampuan yang akan dipasang untuk Satelit Satria. Menurut dia, sekarang ini kemampuan internet paling besar yang dapat dilayani oleh satelit sebesar 130 Gbps. “Kita masih tetap mengkalkulasi,” tuturnya waktu didapati waktu lalu (4/12/2017).

Satelit multifungsi ini akan memberi tanda broadband ke daerah terluar Indonesia yang tidak bisa dibuka dengan kabel serat optik, terutamanya di Kalimantan serta Papua.

Satelit ini akan memberi dukungan jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas, serta 3.900 markas polisi serta TNI yang susah dijangkau kabel optik. Sekurang-kurangnya ada 140 ribu titik yang tidak bisa koneksi internet karena tidak dapat dijangkau oleh kabel itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *