Afghanistan, Diterjang Banjir Bandang Menyapu 5 Distrik Dan Ibu Kota

Afghanistan, Diterjang Banjir Bandang Menyapu 5 Distrik Dan Ibu Kota

LiputanGlobal9 – Afghanistan, Diterjang Banjir Bandang Menyapu 5 Distrik Dan Ibu Kota. Sekurang-kurangnya 20 orang meninggal dalam banjir bandang yang menerjang lima distrik serta Ibu Kota Propinsi Kandahar, Afghanistan sisi selatan. Hal tersebut dikatakan Kantor PBB untuk Pengaturan Masalah Kemanusiaan (OCHA), pada Sabtu 2 Maret 2019.

Korban meninggal dikarenakan bangunan yang roboh dan kendaraan yang tersapu oleh banjir semenjak Jumat malam, 1 Maret 2019 waktu ditempat.

OCHA pun menjelaskan jika 10 orang masih tetap dikatakan hilang sampai sekarang ini.

“Sekurang-kurangnya 10 orang, termasuk juga anak-anak, masih tetap hilang,” kata OCHA, diambil dari alat Al Jazeera pada Senin (4/3/2019).

Banjir pun sudah menyapu banyak hewan ternak yang tengah digembalakan oleh beberapa penggembala nomaden yang berkemah di Propinsi Kandahar waktu banjir berlangsung.

Tidak hanya hewan ternak, korban materil sampai sekarang ini mencakup “seputar 2.000 rumah yang mungkin sudah rusak” dan beberapa bangunan infrastruktur.

Raziq Shirzai, salah satunya petinggi Angkatan Hawa Afghanistan menjelaskan jika operasi penyelamatan masyarakat sudah sempat terlambat sebab terdapatnya hujan lebat.

Meski begitu, menurut Wakil Gubernur Kandahar Abdul Hanan Moneeb, sekitar 400 keluarga sudah sukses diselamatkan oleh tentara Afghanistan.

Dikarenakan Cuaca serta Deforestasi

Afghanistan memang seringkali alami banjir bandang, walau musibah yang berlangsung Jumat malam ialah yang “terburuk dalam tujuh tahun paling akhir”, menurut Wakil Gubernur Kandahar Abdul Hanan Moneeb.

Pemicu terjadinya banjir bandang di negara itu ialah aspek cuaca serta deforestasi.

Dalam kerangka cuaca, salju seringkali mencair pada musim semi atau musim panas di daerah pegunungan serta lembah sungai. Momen itu menyebabkan penambahan volume air yang selesai besar-besaran.

Selain itu, hujan salju berlangsung lebih lebat pada belakangan ini. Akhirnya, kekuatan banjir di Afghanistan makin besar.

Kondisi cuaca diperparah dengan kejadian penebangan pohon (deforestasi) di sejumlah lokasi negara. Hal tersebut mengakibatkan vegetasi penahan air menyusut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *